VIDEO : Adakah ‘Kesetaraan Gender’ adalah Nilai yang Universal?

#‎WomenandShariah

Apakah ‘Kesetaraan Gender’?

Kesetaraan gender tidaklah sekadar memandang bahawa lelaki dan perempuan memiliki nilai yang sama ATAU menganggap perempuan memiliki hak-hak hukum, pendidikan, ekonomi, dan politik secara penuh……..idea ini menjamin bahawa semua hukum, hak-hak, kewajiban, dan pilihan adalah sama untuk semua gender.


Bagaimana ‘Kesetaraan Gender’ Muncul?

Idea ini muncul sebagai akibat dari penindasan yang dialami oleh golongan wanita dalam sejarah negara-negara Barat di bawah sistem sekular yang memandang mereka lebih rendah daripada lelaki secara intelektual dan spiritual, dan melucuti hak-hak dasar kewarganegaraan mereka. Wanita tidak memiliki status hukum yang sah dalam pernikahan dan tidak memiliki hak dalam pendidikan, ekonomi, dan politik sebagaimana lelaki. Wanita juga menjadi mangsa keganasan oleh suami mereka. Bertambah malang apabila ruang kesempatan untuk meminta keadilan adalah sangat kecil dan sukar apabila melibatkan kes penganiyaan dalam rumah tangga atau wanita tersebut ingin mengakhiri pernikahan yang tidak bahagia. Oleh yang demikian, para pemikir feminis dan penggerak feminisme muncul dan menuntut hak kesetaraan gender sebagai jalan bagi para wanita untuk mengangkat satus mereka dan memperbaharui hak-hak mereka.

Apakah ‘Kesetaraan Gender’ adalah Nilai Manusia yang Universal?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, idea ini berasal dari penindasan yang dideritai oleh wanita berdasarkan sejarah Negara-negara sekular Barat. Islam tidak mengalami sejarah ini kerana Islam memandang wanita memiliki status, intelektual, dan sifat manusia yang sama dengan lelaki.

Rasulullah SAW bersabda, ““Kaum perempuan (para isteri) adalah saudara kandung kaum lelaki Hanya orang mulia yang memuliakan perempuan dan hanya orang tercela yang merendahkan mereka.”

Selain itu, nash-nash Islam telah membakukan hak bagi wanita atas perlakuan yang baik dan hak-hak kewarganegaraan secara penuh sejak 1400 tahun yang lalu. Islam memberi jaminan pendidikan bagi mereka, hak untuk bekerja (menjadi atasan atau karyawan), hak untuk memiliki harta kekayaan, menjalankan perniagaan, menjadi profesional, memilih penguasa dan mengungkapkan pandangan politik mereka, begitu pula pilihan dalam menikah, hak untuk meminta cerai, dan menguasai kekayaan mereka sendiri. Semua ini dijamin sejak awal peradaban Islam tanpa perlu adanya “Perjuangan Wanita”.

Rasul SAW bersabda, "Ketahuilah, bahawa kalian mempunyai hak-hak atas wanita-wanita (isteri-isteri) kalian, dan sesungguhnya wanita-wanita (isteri-isteri) kalian mempunyai hak-hak atas kalian." [HR. Tirmidzi]

Tetapi yang paling penting, 'Kesetaraan Gender' bukanlah konsep yang terkandung dalam Islam. Dalam pandangan Islam, lelaki dan perempuan tidak menentukan hak-hak, peranan, dan tugas mereka berdasarkan kesetaraan atau keinginan mereka sendiri tetapi pada hukum Allah SWT. Seorang muslimah tidak dinilai kejayaannya dengan membandingkan dirinya dengan lelaki serta hak-hak dan peranan kaum lelaki, tetapi berdasarkan bagaimana Penciptanya,yakni Allah SWT, memandangnya dan sesuai dengan pelaksanaan kewajiban yang telah dibebankan Allah SWT kepadanya.

Dalam Islam, beberapa hak dan kewajiban adalah sama antara lelaki dan perempuan, sementara beberapa lainnya berbeza. Islam tidak meletakkan keyakinan dengan menyetarakan secara tidak logik, dua makhluk yang tidak sama secara fizik. Jadi, Islam tidak menentukan hak dan kewajiban berdasarkan keharusan menjadikan wanita sama dengan lelaki atau sebaliknya tapi berdasarkan keperluan mereka sebagai manusia dan apa yang terbaik untuk kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Masing-masing kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya…” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Maka…..adakah ‘Kesetaraan Gender adalah sebuah Nilai Manusia yang Universal?
Semestinya TIDAK!

SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment