Konferensi Perempuan dan Syariah | Banda Aceh 9


Konferensi Perempuan dan Syariah | Banda Aceh #‎WanitaDanSyariah #‎WomenAndSyariah

PUISI MUZIKAL

“Prahara Tanoh Rencong”

Aceh tanoh rencong mengukir sejarah, Yang tak pernah hilang sepanjang masa
Masih teringat dalam ingatanku, puncak kejayaan Aceh di masa silam
Di masa itu, tak ada masyarakat yang hidup menderita
semua masyarakat hidup aman dan sejahtera di bawah naungan syariat Islam

Subhanallah ...
Sungguh penerapan Syariat Islam mendatangkan kemulian bagi Aceh
penerapan syariat begitu dijaga, dan tak ada satu pun penyimpangan hukum syariat
aku bertanya mengapa ini bisa terjadi..
kucari jawabannya dengan menyusuri lorong sejarah yang telah tertutupi
kucoba membuka dan terus menelusuri lorong itu
hingga kutemukan banyak bukti, bahwa Aceh merupakan bagian dari daulah ustmaniy.

Bukti itu kulihat dari sebuah arsip utsmani yang berisi sebuah petisi dari Sultan Ala Al-Din Riayat Syah yang mengakui pengusa Utsmani sebagai khalifah Islam.
Sejak saat itu, khalifah utsmani di turki mengakui Aceh sebagai bagian dari Khilafah.

Perhatian khalifah terhadap Aceh begitu besar,
Saat rute perjalanan haji ke makkah diganggu oleh portugis, khalifah mengirimkan pasukan militer

Saat Aceh diserang oleh Belanda pun, khalifah pun mengirimkan pasukan-pasukan militer yang tangguh.
Semenjak saat itu Aceh sangat ditakuti oleh Belanda
Belanda tak pernah berputus asa, mereka terus berpikir untuk menghancurkan Aceh

Belanda mengirim Snock Hongroje yang berpura-pura menjadi ulama,
Ditangannya lah para ulama Aceh telah terpengaruhi pemikirannya
Pemikiran ulama tak bersandarkan lagi pada aqidah islam.
Aqidah Islam tidak menjadi lagi dasar bagi penerapan hukum islam
Adat istiadat menjadi sumber rujukan penerapan hukum, bukan bersandar lagi pada Al quran dan As sunnah

Oh rencongku...rencongku, rencongku..
Kini tanoh rencong tak seperti dahulu lagi
Dahulu para lelaki terjaga keqawamannya…
Para ibu mulia karena posisinya
Anak-anak diliputi keceriaan
Negeri aman sentosa dengan atmosfer ketakwaan di mana-mana
Aku merasakan bumi seperti terbalik saja, menjatuhkan aku dari tempat yang tinggi

Tanoh kelahiranku kian hancur dan mengerikan
Hukum-hukum islam tidak lagi diterapkan secara kaffah..
Banyak wanita yang kehilangan suaminya
Jeritan isak tangis menggelegar di langit saat suami mereka disiksa dan dibunuh secara keji.

Tak da satu pun tangan-tangan yang menolong mereka..
Kebiadapan kafir makin menjadi-menjadi, para wanita yang ditinggal suami dituntut untuk menjadi wanita yang bisa mandiri melalui racun yang berbalut gula atas nama pemberdayaan perempuan,

Innalillah...
sungguh mengerikan racun-racun pemberdayaan perempuan telah merusak sendi-sendi pemikiran perempuan aceh.
Tanoh kelahiran tempatku dilahirkan kian mengerikan...
Ada yang ingin menjadi seperti laki-laki, dan ada yang ingin membutakan hati mereka sendiri
Para kiayipun tak lagi dapat mengentikan langkah palsu yang mereka sebut perubahan
Apa yang terjadi terjadi dengan wanita bergelar ibu?
Mereka begitu hanyut, terbuai digilas ratusan tuntutan, bahkan tak sedikit kehilangan nurani saat memeluk buah hatinya dalam dekapan..

rencongku ...
Kulihat srikandi2 aceh tak lagi mulia
Mereka sibuk mempercantik diri hingga tidak mau lagi menyusui anak mereka
Ada yang pergi pagi pulang petang, tak ingat bakti pada suami, tak ingat untuk menggiring anak nya menjadi manusia mulia...
Bahkan sebagian dari mereka ada yang merantau keluar negeri orang...

sungguh rencongku yang malang...
Kapan lagi kian terulang seperti dulu, saat para ibu menidurkan anak mereka dengan shalawat dan hikayat syariah dari tanoh rencong..
Monster barat kian membabi buta dan membidik agar mereka lupa bahwa “ibu” adalah prediket mulia bagi mereka
Wajar jika syariat hanya tinggal kepingan “nama”, generasi kian terbelakang...
Mereka lupa diri, lupa agama...
Sibuk membuntuti kafir dan menyalahi syariat, mereka yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga digaji rendah, hingga mengubah nasib menjadi PSK agar dapat mengikuti trend makanan, pakaian, dan teknologi yang ada.
Mereka kaum intelektual terus disibukkann dengan penelitian2, disibukkan dengan jenjang study yang tinggi, hingga mereka melupakan ad-dinul islam yang mulia

Oh... rencongku...oh... rencongku...
Aku ingin mengembalikan memory indah tempo dulu, dimana cut nyak dhin, cut mutia, pocut Baren adalah srikandi mulia pejuang syariah
Mereka berperang melawan kafir laknatullah, tak membiarkan agama islam di injak2 dibumi yang mulia, negeri para syuhada...
Merekalah ibu generasi ...
Mengajarkan kekuatan wanita, ketegaran dalam getir dan keikhlasan sebagai istri adalah tauldan yang patut diikrarkan...

oh rencong ku...
kupanggil lagi para srikandi yang pesonanya kian memudar
kusebut lagi ulama-ulama yang kokoh, tulus dan tegas memegang prinsip islam
kupanggil generasi pejuang dari tanoh rencong yang mulia
kusebut lagi ibu-ibu pendidik tonggak estafet agama
kupanggil, kusebut namamu berulang kali
di manakah kalian???? Tak inginkah kita kemulian itu kembali???
Tak kah ibu-ibu mau berjuang bersamaku untuk mengembalikan kemulian itu???
Dulu aceh mulia dengan penerapan islam...
Maka jika ingin kemulian itu kembali, hanya satu pilihan kita, yaitu kembali menerapkan islam secara kaffah dalam bingkai khilafah...
Allah dan Rasul memanggil kalian, Allah dan Rasul menyeru kalian
Ikrarkan di hati bahwa hidup ini untuk perjuangan yang mulia
“hidup dalam islam atau mati dalam berjuang, kembalikan kemuliaan negeri dan penduduknya”

***

"Mengakhiri Serangan terhadap Syariah Islam" | 07 Maret 2015 | AAC Dayan Dawood - Banda Aceh
==============================
Raih amal sholih dengan Like dan Share status ini & Saksikan Live Streamingnya di www.hizbut-tahrir.or.id
SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment