Konferensi Perempuan dan Syariah | Banda Aceh 4

#‎wanitadansyariah #‎Womenandsyariah

Testimoni oleh Ibu Dra. Odah, mantan anggota DPRD Jabar

“Pembuatan peraturan daerah merupakan proses politik. Tentu dalam prakteknya tidak memperhatikan benar atau salah, apalagi nilai-nilai Islam, melainkan kepentingan politik. Namun tatkala terjadi benturan, seringkali Islam yang disalahkan, karena parameternya bukan Islam. Maka hal ini dijadikan celah untuk mengobok-obok dan mengkriminalisasi syariah.”

“Perda syariah dinilai diskriminatif oleh kaum feminis, mereka pun menyatakan bahwa syariah telah mengeliminasi hak-hak kaum perempuan. Padahal menurut Islam, itu bukan untuk mengekang, melainkan untuk menjaga keamanan untuk menjaga kaum perempuan.“

“Kaum feminis tak menyadari bahwa dengan membuka aurat, khalwat, dan ikhtilath adalah maksiat. Hal ini menjadi sumber malapetaka yang berdampak mengurangi hak-hak kaum perempuan, bahkan menghancurkan kehidupan perempuan. Maka kita tidak bisa berharap banyak melalui upaya-upaya yang parsial, dengan demikian kita harus memperjuangkan syariah Islam kaffah.”

***

"Mengakhiri Serangan terhadap Syariah Islam" | 07 Maret 2015 | AAC Dayan Dawood - Banda Aceh
==============================
Raih amal sholih dengan Like dan Share status ini & Saksikan Live Streamingnya di www.hizbut-tahrir.or.id

SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment