Menepis Mitos-Mitos Media tentang Wanita dan Syariah

PIDATO dari London : Dr. Nazreen Nawaz (Pejabat Media Pusat Hizbut Tahrir)

Media sekular menyembunyikan refleksi sejati tentang kedudukan wanita dalam syariah. Media sekular membangun citra buruk yang menyimpang mengenai identitinya sebagai seorang Muslimah serta penganiayaan ke atasnya di bawah naungan Islam, semua adalah berdasarkan pembohongan dan mitos – bahawa Muslimah terpenjara, diperhambakan, diasingkan ke status kelas dua, dan menjadi subjek kekerasan. Kata-kata 'korban' dan 'berkerudung' menjadi sinonim; dan seorang Muslimah yang menutup aurat muncul sebagai mewakili dari banyak symbol-simbol yang mencolok tentang penindasan Islam ke atas wanita.

Gambaran palsu ini menyebabkan banyak Muslimah menjadi malu akan budaya (tsaqafah)Islam mereka sendiri, membenci sejarah Islam mereka sendiri, dan merasa takut akan kembalinya pemerintahan Islam. Gambaran ini juga meningkatkan kecurigaan dan kebencian di antara komuniti-komuniti non-Muslim terhadap Islam. Semua ini membantu pemerintah-pemerintah sekular melemahkan keterikatan kaum Muslim terhadap keyakinan Islam mereka, dan untuk menghapuskan Islam dari kehidupan umum dengan merekayasa persetujuan masyarakat mereka tentang larangan jilbab dan niqab dan kebijakan-kebijakan lain yang menindas kaum Muslim, serta untuk menyerang negeri-negeri Muslim demi kepentingan politik – semua atas nama menyelamatkan wanita Muslim dari apa yang mereka sebut sebagai budaya Islam yang 'menindas'.


Jadi Saudari-saudari, janganlah kita biarkan kebenaran tentang status indah yang tak tertandingi yang Syariah telah berikan kepada wanita disembunyikan oleh selimut dusta ini, juga jangan kita terima Agama kita dikutuk dan dituduh tanpa pembelaan. Mari kita berjuang untuk memperdengarkan suara dan pendapat kita agar diketahui oleh media-media mainstream – di dalam acara-acara diskusi, surat kabar, dan di outlet berita; atau untuk mengatur dan mendukung media-media Islam kita sendiri – dalam kehidupan nyata atau online, serta memanfaatkan media sosial dengan efektif untuk melawan propaganda ini dan mengungkapkan kebenaran.

Dan jangan, jangan pernah meremehkan sumbangan apa yang dapat Anda, Saudariku – kerana gambaran seorang Muslimah yang mengungkapkan pendapatnya dengan penuh keyakinan dan kepercayaan di media, menyatakan bahawa dia merasa diberdayakan dan dihormati oleh keyakinan Islam, sudah cukup untuk meruntuhkan gunung kebohongan. Jadi Saudari-saudariku, media mungkin ingin menggunakan kita di kedudukan garis depan serangan propaganda mereka terhadap Islam; tetapi kita lah yang boleh dan mesti berada di garis depan perjuangan untuk menyajikan kebenaran Agama kita.
SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment