PIDATO DARI TUNISIA : Umm Anas

#‎WomenandShariahIndonesia #‎womeanandshariah #‎wanitadanshariah

Siapakah yang Berhak Menetapkan Hak-Hak Wanita Di Dunia Islam : Syari’ah Islam atau Undang-Undang Antarabangsa

Akhwatifillah, sungguh sekarang ini menjadi lebih jelas lagi dari masa sebelumnya sejauh mana kegagalan idea feminisme dan persidangan-persidangannya, lembaga-lembaga antarabangsa mereka serta perjanjian-perjanjian yang dibuat dalam rangka untuk merealisasikan tujuan mereka. Dan sesungguhnya kita bertanya kepada mereka dan bertanya kepada anda sekalian juga : Apakah mereka menepati janji yang telah mereka buat ?! Apakah mereka telah membebaskan para wanita dan mengembalikan kepadanya hak-haknya yang telah dirampas ? Dan apakah mereka telah merentaskan atau minimal meringankan masalah kemiskinan, kebodohan dan kesakitan serta kekerasan yang menimpa wanita?!

Jawabannya akhawaati jelas dari apa yang kita lihat dari keadaan para wanita yang semakin bertambah buruk, semakin terzalimi dan semakin menderita, bahkan mulai muncul gerakan-gerakan anti feminisme dari kalangan yang merasakan pahitnya buah dari tanaman yang bernama “persamaan”, mereka mengungkapkan isi hati mereka yang terdalam dan mereka mengusung slogan seperti “Saya tidak memerlukan feminisme kerana saya tidak melihat bahawa lelaki adalah musuh yang mesti dilawan”, “Saya tidak memerlukan feminisme kerana feminisme menghancurkan keluarga dan menghancurkan nilai nilai kekeluargaan”, dan slogan slogan yang lain yang secara terang-terangan menolak dominasi idea feminisme dalam persoalan wanita. ... maka apakah setelah segala kegagalan ini masih ada kegagalan !

Dan di sini ada pertanyaan : Apakah ada rancangan undang-undang lain yang mampu untuk memberikan keadilan bagi wanita di seluruh dunia ?

Tentu saja akhawaati... sesungguhnya perundang-undangan Islam yang agung, dialah rancangan undang-undang yang semakin hari semakin tampak sebagai pandangan politik satu-satunya yang mampu untuk membalik kenyataan dan merubahnya dengan perubahan yang mendasar sehingga seluruh manusia memperoleh keadilan dengan rahmat Allah dan pada gilirannya wanita pun akan memperoleh keadilan secara semulajadi. ini kerana undang-undangan ini berasal dari Tuhan pencipta manusia, Pencipta mereka dan yang Paling Mengetahui tentang mereka.
SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment