Amanah

Dalil tentang kewajiban menjaga rahsia seorang muslim adalah berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abû Dawud dan at-Tirmidzi dengan sanad hasan dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:

"Jika seseorang berkata kepada orang lain dengan suatu perkataan kemudian ia menoleh (melihat sekelilingnya), maka pembicaraan itu adalah amanah"

Amanah itu wajib dijaga. Menyia-nyiakan amanah adalah khianat. Hadits ini menunjukan kewajiban menjaga rahasia seorang muslim walaupun tidak diminta melakukannya secara jelas. Kewajiban ini boleh difahami dari indikasi keadaan dalam hadits tersebut. Iaitu ketika seseorang berbicara kepada saudaranya tentang suatu pembicaraan dan ia menoleh ke sekelilingnya, kerana khawatir ada orang lain mendengar perkataan tersebut selain keduanya.

Hadits ini juga menjelaskan bahawa kewajiban tersebut lebih utama jika ada tuntutan secara jelas untuk menjaga rahasia. Kewajiban menjaga rahsia ini berlaku jika dalam pembicaraan tersebut tidak terdapat penodaan terhadap salah satu hak Allah.

Maka jika terdapat hal ini, orang yang diajak berbicara wajib memberikan nasihat dan mencegahnya dari pembicaraan tersebut. Dalil tentang kewajiban memberikan nasihat adalah hadits Mutafaq ‘alaih dari Jarir bin Abdillah, ia berkata:

"Aku membaiat Rasulullah saw. untuk menegakkan solat dan menunaikan zakat serta memberi nasihat kepada setiap muslim"

Ia juga dianjurkan untuk bersaksi sebelum diminta untuk bersaksi. Sebagaimana terdapat dalam hadits:

"Perlukah aku memberitahu kepada kalian tentang sebaik-baiknya kesaksian, yaitu orang yang bersaksi sebelum diminta untuk bersaksi" (HR. Muslim)
SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment