Negeri Keabadian Yang Terlupakan... (Bahagian 2)

Selain itu, tentang perbandingan kehidupan dunia dan akhirat, Allah SWT sudah mengingatkan melalui firman-Nya: "Allah bertanya,

“Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. Tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman, “Kalian tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja jika saja kalian tahu.” (TMQ al-Mu’minun [23]: 112-114).

Allah SWT pun berfirman: "Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara. Akhirat itulah sesungguhnya yang kekal" (TMQ al-Mu’min [23]: 39).

Allah SWT menegaskan: "Tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan senda-gurau belaka. Sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa" (TMQ al-An’am [6]: 32).
Allah SWT juga menegaskan: "Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (TMQ al-Hadid [57]: 20)

Dengan banyaknya peringatan Allah SWT, sudah seharusnya setiap Muslim menyedari dan selalu mengingati hakikat kehidupan dunia dan akhirat ini. Hanya dengan itulah dia akan selalu berorientasi kepada akhirat tanpa mesti melupakan bahagiannya di dunia.

Terkait dengan perkara ini, Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Anas bin Malik ra:

“Siapa saja yang menjadikan akhirat sebagai misi (orientasi)-nya, Allah pasti akan memuaskan hatinya; mengumpulkan apa yang masih tercerai; dan memberikan kepada dirinya dunia yang siap melayaninya. Namun, siapa saja yang menjadikan dunia sebagai misi (orientasi)-nya, Allah pasti menjadikan kemiskinan di antara kedua matanya; mencerai-beraikan apa yang terkumpul; dan tidak memberikan kepada dirinya dunia, kecuali apa yang telah ditetapkan untuk dirinya.” (HR at-Tirmidzi).

Imam Ibnu al-Qayyim berkata, “Jika seorang hamba pada waktu pagi dan petang tidak memiliki misi lain selain untuk Allah semata, Allah SWT pasti akan menanggung seluruh keperluannya dan mememenuhi semua keinginannya. Dengan itu ia mengosongkan hatinya hanya untuk mencintai-Nya, lisannya untuk selalu mengingat-Nya dan anggota tubuhnya untuk senantiasa menaati-Nya. Jika seorang hamba pada waktu pagi dan petang, sementara dunia sebagai misinya, Allah SWT pasti akan membebani dirinya dengan keprihatinan, kesedihan dan kesulitan. Ba
hkan Allah berlepas diri dari dirinya.”


Dengan selalu berorientasi kepada akhirat, sesungguhnya kita akan meraih keuntungan berganda, sebagaimana firman Allah SWT:

"Siapa saja yang menghendaki keuntungan di akhirat, Kami akan menambah keuntungan itu bagi dirinya. Siapa saja yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan memberikan sebahagian dari keuntungan itu dunia, sementara tidak ada sedikit pun bahagian untuk dirinya di akhirat" (TMQ asy-Syura [42]: 20).

"Pastilah kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih besar keutamaannya" (TQM al-Isra [17]: 21).

"Sesungguhnya negeri akhirat adalah lebih baik dan itulah tempat terbaik bagi orang yang bertakwa" (TMQ an-Nahl [16] 30).

Oleh yang demikian, janganlah kita mengabaikan negeri keabadian. Itulah akhirat yang justeru sering terlupakan.
SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment