Ajal

"Di mana saja kalian berada, kematian akan menjumpai kalian walaupun kalian berada dalam benteng yang tinggi lagi kukuh" [TMQ an-Nisa’ (4): 78].


Ayat di atas mengingatkan kita bahawa kematian boleh datang di mana saja, dan bila-bila masa saja. Walaupun kita mampu untuk menghindarinya dengan membentengi diri dengan apa saja yang mungkin menjadi sebab kepada kematian seperti sakit, perang, dll. Sedangkan itu semua bukanlah sebab berlakunya kematian. Tetapi hanya keadaan yang di dalamnya kadang berlaku kematian, namun kadang juga tidak.

"Satu-satunya sebab kematian adalah sudah habisnya ajal, iaitu telah tamat jangka waktu yang ditetapkan untuk manusia; atau datangnya ajal, iaitu datangnya batas akhir umur manusia. Ketika itulah, Allah SWT mematikannya dengan mengutus Malaikat Maut untuk mencabut ruh dari jasad" [TMQ as-Sajdah (32): 11].

Sama halnya dengan rezeki, ajal setiap orang telah ditetapkan oleh Allah. Jika sudah sampai waktunya, manusia tidak mempunyai kuasa untuk percepatkan atau menangguhkan ajalnya.

Ketika seorang muslim mengerjakan jihad, berdakwah, amar makruf nahi mungkar, memuhasabah penguasa, dan sebagainya, ia tidak akan percepatkan ajal atau memendekkan usia. Sama juga keadaannya dengan berdiam diri, tidak berjihad, tidak berdakwah, tidak memuhasabah penguasa, tidak beramar makruf nahi mungkar, dan tidak melakukan perbuatan yang disangka berisiko mendatangkan kematian, sesungguhnya tidak akan mampu menangguhkan kematian dan tidak pula memanjangkan umur.

Oleh yang demikian, tidak ada gunanya seorang muslim menghindari kematian dengan mengorbankan kewajiban. Sikap seorang muslim tidak sewajarnya memilih-milih kewajiban kerana takut datangnya #maut. Hanya kuat beribadah tetapi enggan berdakwah. Sedangkan kedua-duanya wajib ditunaikan tanpa alasan. Dan pastinya, mati tidak boleh dihindari.

Sebagai seorang muslim, seharusnya mempersiapkan diri menghadapi kematian dan memelihara diri supaya maut itu datang dalam keadaan kita sedang menunaikan ketaatan sehingga kita mendapatkan husnul khatimah. Inilah sikap cerdas dan usaha yang berdaya guna dalam menyambut kedatangan maut.
SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment