Bom Bukan Nuklear Terbesar Amerika Syarikat Seberat 9.800 kg Didakwa Hanya Menghancurkan "Pengganas"

Bom Bukan Nuklear Terbesar Amerika Syarikat seberat 9.800 kg didakwa hanya Menghancurkan "Pengganas" dan Bukannya Warga Sivil! Apakah itu Benar-Benar Mungkin, Wahai Umat Rasulullah SAW?

Pada hari Khamis, tanggal 13 April 2017, pasukan militer AS telah menjatuhkan bom konvensional terbesar di gudang senjatanya di sebuah kompleks terowong ISIS di wilayah Nangarhar, di Afghanistan timur.


Bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB), yang dijuluki sebagai "induk dari segala bom," (Mother of All Bombs) telah dijatuhkan pada jam 19:32 waktu tempatan, menurut empat pejabat tentera AS yang memiliki hubungan langsung tentang misi tersebut. #MOAB adalah peluru berpandu sepanjang 30 kaki seberat 9.800 kg dengan sistem GPS, yang dibangunkan pada tahun 2003 semasa Perang Iraq pertama. Bom ini merupakan salah satu bom yang paling kuat di gudang senjata AS selain senjata nuklear. Ledakan bom ini setara dengan 11 tan TNT dan radius ledakannya dikatakan mampu mencapai 1.6 km.
Pejabat Afghanistan mengatakan 36 gerila tewas dalam serangan ini di wilayah Nangarhar, lokasi di mana militer AS yang sebelumnya menjangkakan ISIS memiliki 600 sehingga 800 militan aktif. Ledakan dari senjata tersebut telah menghancurkan tiga buah terowong bawah tanah serta seluruh senjata dan amunisi, namun tidak ada warga sivil yang tercedera, menurut seorang jurucakap Kementerian Pertahanan Afghanistan.

(Sumber: http://edition.cnn.com/2017/04/14/asia/afghanistan-isis-moab-bomb/)


Komentar:

Kepada Tuan Trump, Presiden Amerika Syarikat, apakah sukar untuk membayangkan bagaimana perasaan orang-orang yang hidup di dalam negara-negara perang, dan bagaimana bila bom nuklear dan bukan nuklear yang paling kuat itu meledak di sekitar rumah anda atau bahkan di rumah anda? Seorang penduduk tempatan yang tinggal sekitar dua kilometer dari ledakan tersebut mengatakan kepada CNN bahawa dia mendengar sebuah "ledakan yang sangat keras yang menghancurkan jendela-jendela rumah kami. Kami semua ketakutan, anak-anak dan isteri saya menangis. Kami sangkakan ini telah terjadi tepat di depan rumah kami." Ini hanya kenyataan dari salah seorang dari yang dilaporkan. Dan Tuan Trump berkata dengan remeh, "Apa yang saya lakukan adalah memberikan kekuasaan kepada militer saya." Dia menyebut pengeboman tersebut sebagai "sebuah misi yang sekali lagi berjalan dengan sangat-sangat berjaya." Selanjutnya dia berkata: " “Kami memiliki militer terbesar di dunia. Kami telah memberikan kekuasaan penuh kepada mereka, maka itulah yang mereka lakukan. Dan terus terang, itulah sebabnya mengapa mereka begitu berjaya sejak akhir-akhir ini."

Syria, Iraq, dan Afghanistan telah menjadi medan pengeboman bagi orang-orang Amerika. Bulan Mac yang lalu adalah bulan paling mematikan bagi warga sivil yang pernah dicatat oleh Airwars, sebuah kelompok yang mengesan pengeboman. Jumlah korban sivil yang dilaporkan dalam serangan yang dipimpin oleh Amerika di Iraq dan Syria telah meningkat sejak Trump mula memegang jawatannya. Laporan korban sivil di kedua-dua negara ini melonjak dari 1.782 menjadi 3.471 jiwa.

Iain Overton, pengarah eksekutif Action on Armed Violence, mengatakan dalam sebuah e-mail: "Kebenaran yang pahit adalah... ketika senjata-senjata peledak digunakan di daerah-daerah yang padat dengan penduduk, lebih dari 90% orang yang terbunuh atau cedera tentunya merupakan warga sivil, dan ketika keganasan eksplosif digunakan di daerah berpenduduk lebih rendah, sekurang-kurangnya 25% dari mangsa yang terbunuh atau terluka adalah warga sivil. Ringkasnya, semakin besar ledakan yang anda ciptakan, semakin banyak warga sivill akan terbunuh."

Bill Roggio, seorang senior di Foundation for Defence of Democracies, mengatakan kepada Military Times: "Apa yang dilakukan MOAB ini pada dasarnya menyedut semua oksigen dan menyalakan api di udara. Ini adalah cara untuk memasuki daerah-daerah yang tidak boleh dicapai oleh bom-bom konvensional."

Matthew Bolton, pengarah International Disarmament Institute di Universiti Pace mengatakan bahawa tidak mungkin senjata seperti ini boleh menyelamatkan warga sivil. Dia berkata, "Sukar untuk membayangkan bagaimana mungkin senjata ini boleh digunakan dalam perang-perang yang dijalankan oleh Amerika saat ini, iaitu seringkali di daerah kota, tanpa menimbulkan bahaya serius bagi warga sivil."

Bagaimana boleh akal manusia yang rasional menganggap bahawa tidak ada korban sivil yang terjadi akibat bom yang sangat kuat ini? Dengan wajah mana lagi yang ditampakkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang menyetujui serangan tersebut, mengatakan bahawa pihaknya "dirancang untuk mendukung usaha-usaha Pasukan Keselamatan Nasional Afghanistan (ANSF) dan pasukan AS... melakukan operasi-operasi pembersihan di wilayah ini"? Kepercayaan semacam apa yang dimiliki oleh penduduk Afghanistan terhadap Presiden Ashraf Ghani setelah keagresifan ini, dan seberapa besar keyakinan yang dimiliki oleh rakyat Afghanistan kepada media-media sekular di negara ini? Haruskah rakyat benar-benar mengharapkan media, untuk melaporkan para mangsa sivil di Nangarhar atau apakah mereka sudah dapat melihat jumlah mangsa di tengah nyala api bom itu?

Persoalan-persoalan ini dan masih banyak lagi tentang ‘kelayakan untuk dipercaya; pemerintah Afghanistan serta pemerintahan negara-negara Muslim lainnya’ melayang-layang di udara. Musuh-musuh Islam menggunakan tanah-tanah Muslim sebagai tempat untuk menguji senjata mereka, namun tidak menimbulkan rengekan penentangan sedikitpun dari rejim-rejim dunia Muslim yang telah menjual jiwa mereka kepada tuan-tuan Barat mereka. Memang, insiden-insiden jenayah dan tindakan-tindakan munafik para penguasa ini telah berbicara untuk mereka sendiri. Kenyataannya, kaum sekular adalah para penguasa keganasan dan terrorisme, sementara pemerintah di negeri-negeri Muslim adalah alat-alat mereka. Kaum sekular tidak berjaya melakukan demokratisasi terhadap kaum Muslimin dan menjauhkan mereka dari Islam, sehingga mereka menggunakan senjata-senjata terkuat yang mereka miliki untuk menakut-nakutkan kaum Muslimin. Namun mereka tidak tahu bahawa takdir dan kehancuran terjadi hanya dengan izin Allah SWT. Sementara Tuan Trump bahkan boleh meninggalkan identiti dan negaranya kerana sebuah senapang, seorang mukmin sejati tidak akan mengabaikan keyakinan Islamnya bahkan ketika berhadapan dengan bom paling kuat di dunia.

Wahai Umat Afghanistan yang terhormat! Allah SWT memberikan kemenangan kepada siapa pun yang Dia inginkan, jadi teruskanlah peningkatan perjuangan kalian untuk menegakkan kembali Khilafah yang berdasarkan metod kenabian! Bahkan jika orang-orang kafir merancang senjata-senjata yang jauh lebih kuat, Allah SWT telah menjanjikan kemenangan kepada Umat Rasulullah SAW! Hanya dengan pembentukan Khilafah yang akan menandai dimulainya perlindungan atas umat!

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ * إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَن يَكْفِيكُمْ أَن يُمِدَّكُمْ رَبُّكُم بِثَلاَثَةِ آلاَفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُنزَلِينَ * بَلَى إِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلافٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُسَوِّمِينَ

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Kerana itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?" Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, nescaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” [TMQ Ali Imraan 123-125].

Ditulis untuk Pejabat Media Pusat Hizbut Tahrir oleh
Amanah Abed
Ahli Pejabat Media Pusat Hizbut Tahrir
SHARE THIS

0 comments:

Post a Comment